Author : Tencii
Cast : Anya, Nino
Semenjak pertemuan di lapangan basket kemarin, hubungan Anya dan nino
bukannya semakin membaik, malah semakin rumit. Sikap gengsi dan tidak mau kalah
satu sama lain membuat mereka semakin terlihat bermusuhan. Sebenarnya mereka tidak
bermusuhan, tapi karena dua sifat keras mereka berdua tadi itulah yang membuat
mereka terlihat seperti itu. Seakan mereka sedang berlomba dan tak mau kalah
satu sama lainnya. Namun, seiring dengan keadaan yang seperti itu dan semakin
mereka berusaha untuk tidak saling berhubungan, semakin banyak saja hal- hal
yang tidak sengaja membuat mereka bersama.
Pagi ini kelas sudah dimulai. Pelajaran biologi pun sudah dimulai. Semua
siswa sudah siap menerima pelajaran. Anya dan sahabatnya Vina kali ini disuruh
mengambil buku tugas mereka dikantor guru. Namun salah satu anggota kelas ini
belum juga datang. Nino. Ya, dia terlambat. Karena ia bangun kesiangan lah
makanya ia terlambat pagi ini. Dan disaat Anya dan Vina kembali ke kelas
setelah dari kantor, ia pun melihat Nino yang sudah berdiri di depan kelas
dengan kedua tangan di telinganya. Dan peperangan pun dimulai..
Anya : Oo.. kenapa dia berdiri di depan kelas?
Vina : dia terlambat, Anya. Apalagi alasan seseorang berdiri didepan
kelas kalau tidak karena terlambat. Ckck... *lirik Anya*
Anya : waahh…*senyum evil* hahahaha… kenak kau… tunggu pembalasanku…
Selamat anda terlambat, berdiri yang baik disini yaa… *lirik Nino, berbisik
pelan ketika berjalan didepannya, senyum evil*
Nino : aaiisshh.. apa-apaan dia?*liat Anya* mau perang hah?? Ok. The war
is begin, Anya.
Setelah membagikan buku tugas pada semua temannya, Anya kembali duduk di
kursinya, sekilas ia melihat Nino yang berdiri dengan muka cemberut. Pelajaran
pun berlanjut. Sekitar satu jam pelajaran berlangsung, sejenak pun dihentikan.
Guru membiarkan para muridnya untuk mencatat penjelasannya di papan tulis tadi.
Setelah itu sang guru menyuruh salah
satu muridnya untuk menghapus papan tulis tadi.
Guru : Sudah siap dicatat? Sekarang hapus dulu papan tulisnya, siapa
yang bersedia?
Anya : bagaimana jika yang sudah berdiri didepan itu yang menghapus
papan buk??*senyum evil, lirik Nino*
Nino :...* liat tajam ke Anya*
Guru : ah, itu sepertinya lebih baik. Nino, mau kan kamu membantu saya
menghapus papan tulis ini? Setelah itu baru kamu boleh duduk dikursimu.
Nino : hhmm.. baik, buk.*berjalan, lalu menghapus papan tulis*
~~setelah menghapus papan tulis, Nino kembali ketempat duduknya, dan ia
sengaja melewati meja nya Anya~~
BRAKK *Nino sengaja menendang kaki meja Anya, dan sontak membuat Anya
terkejut*
Anya : YA NINO! Apa yang kau lakukan?
Guru : Nino, kenapa kamu nendang meja nya Anya?
Nino : maaf buk, saya tidak sengaja*senyum, lalu liat tajam ke Anya*
Anya :*liat Nino yang udah duduk dikursinya, dan ternyata Nino masih
melihatnya dengan tatapan “mau-apa-kau?” aaaiisshh, benar- benar ngajak perang
sepertinya dia.. hah…
Begitulah kejadian pagi itu terjadi. Meski semua orang berfikir tidak
terjadi apa- apa, tapi diantara Anya dan Nino telah terjadi sesuatu pagi itu.
Suasana panas diantara mereka telah terjadi. Dan perang dingin mereka pun
dimulai…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar