Anya sekarang sudah
berada dikampusnya. Jam kuliahnya akan mulai sekitar lima belas menit lagi. Dan
sekarang ia sudah berada di dalam kelasnya. Namun dikarenakan kelas masih
sangat sepi, sekarang dikelas hanya ada dia dan dua orang teman lainnya. Hari
ini adalah hari ke tujuh setelah telepon Vina minggu lalu. Artinya ini sudah
seminggu kemudian setelah telepon Vina yang begitu mengejutkan Anya. Telepon
yang membawa sebuah berita. Entah itu berita senang atau sedih pada akhirnya.
Karena pada minggu ini akhirnya Nino, sahabat lama mereka akan kembali dari
Australia. Sejak kejadian terakhir saat mereka masih sekolah dulu, sampai
sekarang mereka belum ada pernah bertemu sama sekali. Jangankan bertemu, Nino
bahkan tidak pernah sekali pun memberi kabar kepada Anya. Ia hanya berhubungan
dengan Vina, dan itu pun hanya beberapa kali. Sejak kejadian terakhir di
sekolah itu, mereka seakan seperti orang yang aneh satu sama lainnya. Terutama
Nino, karena ia merasa ia telah mengecewakan Anya saat itu.
Hari ini Anya merasa
dirinya sangat aneh. Entah mengapa perasaannya sekarang antara bahagia dan
sedih. Bukan sedih, tapi seperti tidak suka lebih tepatnya. Entah mengapa ini
terjadi. Ia senang karena akan bertemu dengan teman lamanya, dan tidak suka
karena dengan melihat sahabatnya itu, ia akan mengingat kejadian itu lagi.
Entah mengapa, disaat itu ia sangat tidak ingin Nino pergi jauh darinya.
Entahlah. Sekarang jika mengingat itu yang ia lakukan hanya terdiam. Dan
sekarang hatinya sedikit lebih bisa menerima keadaan yang ada.
Dikelas sekarang
masih hanya mereka bertiga. Anya melihat ke seluruh penjuru kelasnya. Dan entah
mengapa ia merasa teman- temannya sedikit lebih lama datang dari biasanya.
Padahal bisa diaktakan sekarang sudah hampir masuk jam kuliah. Dikarenakan
bosan yang melanda, Anya pun akhirnya mengirim sebuah pesan ke Vina untuk
menanyakan jadi taau tidaknya sahabat mereka itu datang hari ini.
"Vina, hari ini
jadi tidak Nino datang dari Australia?"
Setelah mengirim
pesan itu, sekarang Anya menunggu dengan hati yang semakin penasaran. Hp nya
yang ditimang- timang dan diputar- putar nya di tangan itu adalah bukti bahwa
sekarang ia sangat penasaran dengan
balasan pesan dari sahabatnya Vina. Dan sekali lagi, entah mengapa waktu terasa
berjalan sangat lambat saat itu. Tak sampai semenit kemudian, kegelisahan Anya
terjawab. Getar hp nya menandakan ada pesan yang masuk, dan itu adalah balasan
dari Vina.
"Hhhhmm.. Aki
tidak tau jadi atau tidaknya. Dia tidak ada mengabari lagi tentang
kepastiannya. Sorry Nya, tapi aku benar tidak dikabarinya."
Seketika Anya
menyenderkan badannya lemas ke sandaran kursi yang di dudukinya sekarang.
Hatinya semakin tidak menentu setelah membaca balasan pesan sahabatnya itu.
Berarti Nino spertinya memang belum pasti akan kembali pada minggu ini. Dan
sekarang yang dapat ia lakukan hanya menunggu kabar selanjutnya.
"Oohh okelah
kalau begitu, Vin. Nanti kalau ada kabar lagi, jangan lupa beritahu aku ya..
Thanks Vina sayang. Hhhm.. Kau kapan ada free time? Aku mau cerita
sesuatu…"
Kemudian setelah
membalas pesan sahabatnya itu, tak lama kemudian dosennya pagi ini pun masuk ke
kelas. Begitu juga dengan teman- temannya. Beberapa saat sebelum dosen masuk,
teman- temannya secara bergerombolan masuk ke kelas. Entah apa yang terjadi pagi
ini. Benar- benar pagi yang aneh bagi Anya. Dan sekarang ia hanya bisa terdiam
dengan semua kebingungan yang masih melekat di pikirannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar