Selasa, 21 Mei 2013

I Think It's The Day

Anya sekarang sudah berada dikampusnya. Jam kuliahnya akan mulai sekitar lima belas menit lagi. Dan sekarang ia sudah berada di dalam kelasnya. Namun dikarenakan kelas masih sangat sepi, sekarang dikelas hanya ada dia dan dua orang teman lainnya. Hari ini adalah hari ke tujuh setelah telepon Vina minggu lalu. Artinya ini sudah seminggu kemudian setelah telepon Vina yang begitu mengejutkan Anya. Telepon yang membawa sebuah berita. Entah itu berita senang atau sedih pada akhirnya. Karena pada minggu ini akhirnya Nino, sahabat lama mereka akan kembali dari Australia. Sejak kejadian terakhir saat mereka masih sekolah dulu, sampai sekarang mereka belum ada pernah bertemu sama sekali. Jangankan bertemu, Nino bahkan tidak pernah sekali pun memberi kabar kepada Anya. Ia hanya berhubungan dengan Vina, dan itu pun hanya beberapa kali. Sejak kejadian terakhir di sekolah itu, mereka seakan seperti orang yang aneh satu sama lainnya. Terutama Nino, karena ia merasa ia telah mengecewakan Anya saat itu.

Hari ini Anya merasa dirinya sangat aneh. Entah mengapa perasaannya sekarang antara bahagia dan sedih. Bukan sedih, tapi seperti tidak suka lebih tepatnya. Entah mengapa ini terjadi. Ia senang karena akan bertemu dengan teman lamanya, dan tidak suka karena dengan melihat sahabatnya itu, ia akan mengingat kejadian itu lagi. Entah mengapa, disaat itu ia sangat tidak ingin Nino pergi jauh darinya. Entahlah. Sekarang jika mengingat itu yang ia lakukan hanya terdiam. Dan sekarang hatinya sedikit lebih bisa menerima keadaan yang ada.

Dikelas sekarang masih hanya mereka bertiga. Anya melihat ke seluruh penjuru kelasnya. Dan entah mengapa ia merasa teman- temannya sedikit lebih lama datang dari biasanya. Padahal bisa diaktakan sekarang sudah hampir masuk jam kuliah. Dikarenakan bosan yang melanda, Anya pun akhirnya mengirim sebuah pesan ke Vina untuk menanyakan jadi taau tidaknya sahabat mereka itu datang hari ini.

"Vina, hari ini jadi tidak Nino datang dari Australia?"

Setelah mengirim pesan itu, sekarang Anya menunggu dengan hati yang semakin penasaran. Hp nya yang ditimang- timang dan diputar- putar nya di tangan itu adalah bukti bahwa sekarang ia sangat  penasaran dengan balasan pesan dari sahabatnya Vina. Dan sekali lagi, entah mengapa waktu terasa berjalan sangat lambat saat itu. Tak sampai semenit kemudian, kegelisahan Anya terjawab. Getar hp nya menandakan ada pesan yang masuk, dan itu adalah balasan dari Vina.

"Hhhhmm.. Aki tidak tau jadi atau tidaknya. Dia tidak ada mengabari lagi tentang kepastiannya. Sorry Nya, tapi aku benar tidak dikabarinya."

Seketika Anya menyenderkan badannya lemas ke sandaran kursi yang di dudukinya sekarang. Hatinya semakin tidak menentu setelah membaca balasan pesan sahabatnya itu. Berarti Nino spertinya memang belum pasti akan kembali pada minggu ini. Dan sekarang yang dapat ia lakukan hanya menunggu kabar selanjutnya.

"Oohh okelah kalau begitu, Vin. Nanti kalau ada kabar lagi, jangan lupa beritahu aku ya.. Thanks Vina sayang. Hhhm.. Kau kapan ada free time? Aku mau cerita sesuatu…"

Kemudian setelah membalas pesan sahabatnya itu, tak lama kemudian dosennya pagi ini pun masuk ke kelas. Begitu juga dengan teman- temannya. Beberapa saat sebelum dosen masuk, teman- temannya secara bergerombolan masuk ke kelas. Entah apa yang terjadi pagi ini. Benar- benar pagi yang aneh bagi Anya. Dan sekarang ia hanya bisa terdiam dengan semua kebingungan yang masih melekat di pikirannya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar